Selasa, 25 September 2012

Jalan-jalan ke Pulau Tidung..


Gerbang Selamat Datang Pulau Tidung

Jreng..... jreng..... berawal dari kejenuhan dan mencari-cari teman yang mau diajak menggila ga ada yang bisa so’ dengan langkah pasti walaupun hanya seorang diri saya segera packing barang dan bergegas menuju pelabuhan Kaliadem Muara Angke walaupun hari sudah siang dan belum tau mau kemana. Hahha
Setelah sampai dan melihat-lihat jadwal penyebrangan, melihat-lihat kapal yang berangkat dari ojek kapal kayu, kapal cepat Kerapu sampai KM Lumba-lumba saya memutuskan untuk bersandar ke Pulau Tidung dengan menunggangi KM Kerapu, Setelah lama mengantri dan membeli tiket seharga 32.000 akhirnya cussss berangkat...

Beberapa alternatif Transportasi menuju Pulau Tidung :








1,5 jam perjalanan dengan mampir ke Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang terlebih dahulu perasaan jenuh ini sudah sedikit terobati dengan menikmati suguhan keindahan alam. Tak terasa kapal pun bersandar di Pulau Tidung, langsung saya mencari penginapan (maklum semua serba dadakan jadi belum prepare. hehhe) setelah dapat dengan kenalan dan negosiasi akhirnya deal diangka 200rb, sedikit agak mahal memang tapi tak apalah yang penting bisa menghilangkan rasa penat ini. :D

 View Pulau Tidung :















 






Sekarang judulnya jalan-jalan sore ke jembatan cinta yang terkenal di pulau tidung sambil menunggu sunset, saya pun melangkah dari penginapan dengan menenteng sebuah kamera buat jeprat jepret, tapi sayang setelah sampai di jembatan cinta yang menghubungkan antara Tidung Besar dan Tidung Kecil ini sedikit kecewa rasanya karena ga seperti dulu pertama saya kesini, sekarang kondisi jembatannya sudah banyak yang bolong-bolong dan rapuh terkesan ga dirawat. Sayang sekali padahal kalau sedikit terawat akan mendatangkan pengunjung jauh lebih banyak lagi #ngomong dalam ati. Tapi selain itu banyak kemajuan juga fasilitas di sini dari penyewaan sepeda, outbond sampai banana boat juga udah ada, makin lengkappp...

Beberapa Fasilitas yang ada :

 



Singkat cerita setelah puas berkeliling di Pulau Tidung, saya berencana kembali pulang kerumah tapi kali ini coba menumpang di KM Lumba-lumba (biar dapet sensasi yang berbeda :D). Waaah ternyata oh ternyata naik kapal ini waktunya jauh lebih lama dari pada kerapu, sekitar 3 jam dari Tidung ke Kaliadem dengan melewati jalur selatan (ini mah sama aja naek kapal ojek kayu). L Tapi ga apa-apa yang penting hati senang pikiran tenang. Hahaha 


see you next time Tidung Island :D 

Rabu, 29 Agustus 2012

Pulau Semak Daun, Kepulauan Seribu


Pulau Semak Daun

Pernah dengar Pulau Semak Daun atau orang sering menyebutnya “Smack Down” ?? yaa.... salah satu pulau yang tak berpenghuni ini ada di kawasan kepulauan seribu. Sabtu 25 agustus 2012 lalu untuk yang kesekian kalinya saya menginjakan kaki di pulau yang cantik ini lagi. Ternyata pulau ini belum banyak berubah, masih sama seperti awal saya kesana beberapa tahun silam. ɷ,­ɷ
Airnya yang jerni, pasirnya yang putih dan tentunya keindahan alam dan bawah lautnya yang ga kalah cantiknya, itulah beberapa alasan yang membuat banyak orang kembali lagi kepulau ini salah satunya saya.. :D











Banyak kegiatan yang bisa kami lakukan ditempat ini salah satunya snorkling, mancing, dan tentunya hunting foto. Hampir 3 jam sudah kami bermain main di pulau Semak Daun akhirnya saya dan beberapa teman meninggalkan pulau tak berpenghuni ini, selanjutnya ke Pulau Gosong Balik Layar dan penangkaran hiu yang tak kalah indahnya sekaligus mengisi perut yang sudah mulai bernyayi di Nusa Resto dan menunggu datangnya sunset sambil menikmati suasana khas pesisir....

            Pulau Gosong Balik Layar                                                                       Nusa Resto dan Penangkaran Hiu









Seiring datangnya Sang Fajar yang kembali keperaduannya, berakhir juga perjalanan kami ke salah satu pulau indah yang dimiliki Jakarta, pulau yang termasuk kedalam gugusan kepulauan seribu. semoga tempat-tempat seperti ini selalu terjaga agar bisa terus kita nikmati keindahannya... :D

Sunset di Penangkaran Hiu

Senin, 02 April 2012

Danau Laut Tawar, Takengon


Danau laut tawar...??? emang ada ya..?? pasti heran kenapa laut dibilang tawar, awalnya saya juga berfikiran seperti itu, dan ternyata itu ada di Indonesia tepatnya di kota Takengon.


Takengon adalah sebuah kota yang merupakan Ibukota dari kab. Aceh Tengah yang terletak di tengah-tengah Provinsi NAD, yang berbatasan dengan Kab. Bener Meriah dari sebelah Utara, Kab. Gayo Luwes dari sebelah selatan, Kab. Aceh Timur dari sebelah timur  dan sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Nagan Raya dan Pidie. Takengon merupakan  sebuah kawasan yang didominasi dan dikelilingi oleh pegunungan, maka tak heran bila udara di daerah ini sedikit dingin dan sering diselimuti oleh kabut.



Salah satu objek wisata andalan dan yang wajib di kunjungi ketika kita berkunjung ke Kab. Aceh Tengah ini adalah Danau Laut Tawar yang letaknya tidak jauh dari pusat kota Takengon. Keeksotisan dan keindahan Danau ini akan memanjakan mata siapapun yang berkunjung ketempat ini dengan kejernian air dan luasnya Danau membuat kita ingin berlama-lama disana sekedar beristirahat ataupun menggambil gambar bagi yang hobi fotografi. Sepintas tempat ini mirip dengan Danau Toba yang ada di Sumatra-Utara namun luasnya jauh lebih kecil tapi untuk masalah keindahan, keeksotisan pemandangan dan kejernian air, Danau Laut Tawar ini tidak kalah unggul dengan Danau Toba. Satu lagi yang tak kalah menarik dari kawasan ini banyak terdapat kerambah-kerambah ikan yang merupakan salah satu pendapatan bagi masyarakat sekitar. Selain Danau Laut Tawar, Takengon juga memiliki beberapa objek wisata lain yang bisa dikunjungi  salah satunya air terjun Bintang dan Goa Loyang Karo yang letaknya masih disekitar Danau.

 

 







Untuk menuju tempat ini dengan jalur darat bisa diawali dari kota Medan melewati  jalur pantai timur Aceh, yakni  Langkat - Aceh Tamiang - Langsa -  Aceh Timur - Aceh Utara - Lhokseumawe -  Bireun lalu kabupaten Bener Meriah sebelum memasuki kota Takengon. Atau pilihan lain dari kota Medan bisa juga melewati kota Brastagi – Kabanjahe – Tanah Karo- Kutacane Aceh Tenggara - Blangkejeren – Takengon Aceh Tengah.



Bagi yang belum pernah ke Takengon gak ada salahnya membuat rencana kesana bareng keluarga ataupun teman-teman untuk sekedar mengisi liburan......... :D


Kamis, 29 Desember 2011

Candi Prambanan, Yogyakarta


Komplek Percandian Prambanan

Candi Prambanan atau dikenal juga dengan sebutan Candi Loro Jonggrang merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke IX oleh raja-raja Sanjaya. Kelompok percandian Prambanan memiliki candi-candi utama yang terdiri dari 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma, sedangkan deret kedua terdiri dari Candi Nandi, Candi Angsa dan dan Candi Garuda.

  Candi Siwa                                                                                                              Candi Garuda                                                                         










Dari ketiga Candi pada deret pertama Candi Siwa merupakan Candi yang terbesar dan terpenting diantara Candi-Candi yang lain, karena didalamnya terdapat beberapa arca penting diantaranya arca Siwa Mahadewa, arca Siwa Maha Guru, Arca Ganesha dan pastinya arca Durga atau Loro Jonggrang. Namun sayang ketika saya berkunjung kesana tidak bisa mengabadikan dan melihat kedalam Candi Siwa karena sedang ada pemugaran.

 Candi Nandi                                                                                                        arca Dewa Candra didalam Candi Nandi

arca Kerbau didalam Candi Nandi

Di areal Komplek percandian Prambanan Selain kumpulan Candi Hindu juga dapat dilihat beberapa Candi Budha diantaranya Candi Lumbung, Candi Bubrah, Candi Sewu dan bebarapa Candi lainnya. Dari kesemua kumpulan Candi yang ada memang memiliki keindahan tersendiri dari bentuk arsitektur bangunan sampai tata letaknya sangat mengagumkan, tak heran kalau tempat ini manjadi daya tarik bagi wisatawan asing maupun domestik.  Dan untuk turis lokal seperti saya cukup dengan membayar tiket masuk Rp. 20.000 sudah bisa menikmati keindahan dari sebuah mahakarya yang begitu indah.

Disini juga terdapat Museum yang bisa dikunjungi, didalamnya berisi benda-benda peninggalan yang ditemukan disekitar kawasan percandian Prambanan, arca maupun foto-foto yang berkaitan dengan Prambanan dari awal penemuan, pemugaran sampai sekarang.
















 arca Loro Jonggrang                                                                                                    arca Brahma










Bagi yang ingin berkunjunjung ke komplek percandian Prambanan ini selain menggunakan kendaraan pribadi atau bisa juga dengan naik trans jogja, karena letaknya tidak terlalu jauh sekitar 17 km ke arah timur dari pusat kota yogyakarta. 
...Selamat Berwisata... J

Jumat, 16 Desember 2011

Pantai Parangtritis, Yogyakarta


Mini bus Yogyakarta - Parangtritis

Beberapa minggu lalu saya kembali melakukan JJS alias Jalan-Jalan Santai ke salah satu kota di Indonesia yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta bersama beberapa teman yang memiliki hoby sama seperti saya. Perjalanan saya awali dengan menumpang kereta GBM kelas ekonomi jurusan Jakarta-Surabaya dengan harga tiket Rp. 33.500, cukup murah buat kami yang ingin jalan-jalan tapi dengan budget yang terbatas. J
Setelah kurang lebih 10 jam perjalanan tepat tengah malam tibalah kami di kota Yogyakarta, seperti orang yang tak tau arah tidak tau mau kemana dan mau ngapain, karena memang awalnya kami tidak ada niatan untuk berkunjung ke kota ini, hanya dengan mengikuti gaya para pecinta alam yang bermodalkan nekat. Hehe untung ada teman yang berhati baik menawarkan tempat untuk menginap, sekedar melepas lelah dan beristirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan berikutnya. Zzzttt

> Beberapa sudut pemandangan Parangtritis

 







Hari berikutnya kami bergegas menuju salah satu daerah yaitu Gunung Kidul tepatnya di Wonosari, beberapa tempat kami kunjungi seperti desa semin dan dusun nasri. Setelah beberapa hari disana kami kembali ke kota untuk selanjutnya mengunjungi salah satu pantai yang terkenal di Yogyakarta yaitu Pantai Parangtritis. Pantai yang berjarak kurang lebih sekitar 27 km dari pusat kota ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau dengan menumpang mini bus dari terminal  Giwangan  tujuan Parangtritis, perjalanan kurang lebih dapat ditempuh selama 1 jam dengan ongkos 7.000 rupiah namun hati-hati bagi pengunjung yang tidak tau tarif mini bus ini bisa dikenakan ongkos 10.000-12.000 rupiah.

> Tempat penyewaan ATV dan kuda

 






Menurut kepercayaan setempat Pantai Parangtritis ini masih memiliki nilai mistik yang cukup tinggi yakni dengan adanya legenda tentang Ratu Laut Selatan yaitu Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul, namun dibalik semua itu Pantai Parangtritis memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah dan masih alami dengan pasir pantai yang berwarna kecoklatan dihiasi tebing-tebing yang ada disekitar pantai dan gulungan ombak khas laut selatan menambah keindahan Pantai Parangtritis. Di sekitar pantai ini juga  tersedia penyewaan ATV, Bendi (kereta kuda) atau bisa juga menunggangi kudanya langsung untuk sekedar berjalan santai menelusuri pinggir Pantai Parangtritis dengan tarif 20.000 untuk sekali jalan dan 80.000/jamnya, selain itu juga terdapat tempat souvenir dan penginapan dengan harga yang relatif terjangkau jika berniat untuk bermalam disini.


Keindahan Parangtritis memang sudah terkenal bukan saja di Negeri sendiri tapi sudah sampai Mancanegara, salah satu primadona pantai yang wajib dikunjungi ketika berada di Yogyakarta... J

Kamis, 08 Desember 2011

Banda Aceh, Pasca Tsunami..

Banda Aceh kota dengan julukan serambi mekah ini terletak di ujung Pulau Sumatera merupakan kota yang cukup padat penduduknya dan banyak warga aceh khususnya menggantungkan hidup di kota ini dengan berniaga ataupun lain sebagainya, namun setelah Tsunami 2004 silam banyak sekali perubahan yang terjadi di kota ini baik dari segi masyarakat, tata kota dan lain sebagainya.

Gambaran kota Banda Aceh sebelum dan sesudah Tsunami 2004 (diambil dari museum Tsunami)












Banyak sekali tempat yang bisa kita kunjungi di Banda Aceh salah satunya dengan mengunjungi sisa-sisa peninggalan pasca Tsunami tahun 2004 silam. Berikut beberapa tempat serta foto yang dapat di abadikan dan mungkin bisa menjadi bahan rujukan bila mengunjungi kota Banda Aceh.


Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh










Foto keadaan setelah Tsunami, terletak di dekat PLTD apung











Salah satu kuburan massal korban Tsunami di daerah ule lheu.





Bangunan bekas rumah sakit, di areal kuburan massal ule lheu



Gedung pusat riset dan mitigasi bencana dan helikopter yang terparkir di halaman gedung, daerah ule lheu











Jembatan penghubung yang terputus dan pemandangan di sekitar daerah lhoknga




Kapal Tsunami Aceh, kapal yang terbawa ombak sampai di atap rumah warga











Museum Tsunami Aceh




















Gedung serbaguna Gampong Lambung, sebagai tempat evakuasi korban Tsunami



Masid Teuku Umar, Banda Aceh









........SELAMAT BERKUNJUNG DAN MENIKMATI BANDA ACEH..... :D